AKSI NYATA
PEGELOLAAN PROGRAM YANG
BERDAMPAK PADA MURID
MARKET DAY “KREATIFITAS
TANPA BATAS”
(CGP 4 – Tangerang Selatan
– Shinta Komalasari, S.Pd)
A. A. FACT
1. Latar Belakang
Dengan kemajuan teknologi yang
pesat, manusia perlu berpikir dan bekerja lebih keras dan lebih cerdas.
Sekarang persiapan untuk hidup di era Revolusi Industri 4.0 dengan kemudahan
arus informasi yang masih dipertanyakan, kita menghadapi era baru Society 5.0,
yaitu konsep teknologi sosial yang berpusat pada manusia. Ia bekerja dengan
teknologi dalam bentuk IoT (Internet of things) dan AI (artificial
intelligence). Memecahkan masalah sosial yang terintegrasi dengan dunia maya
dan dunia nyata. Generasi penerus bangsa Indonesia harus benar-benar siap
menghadapi persaingan dan memiliki keterampilan-keterampilan hidup di abad ini,
salah satu fondasinya adalah melalui dunia pendidikan.
Tidak
hanya pendidikan berkualitas yang menjadi ciri dari semua fasilitas sekolah, jauh
lebih penting bahwa guru dan pemangku kepentingan di sekolah mau berbagi
paradigma dan membuat perubahan dengan membuat kemajuan baru dalam proses
belajar mengajar di sekolah. Dengan mengelola sistem pendidikan yang kuat dan
inovasi pembelajaran yang menggabungkan konsep dan praktik dunia nyata, siswa
dapat menjadi sangat kompetitif. Hal ini penting karena generasi mendatang
tidak hanya harus belajar pengetahuan, tetapi juga mengalami pengetahuan.
Penting untuk mempelajari konsep pengetahuan dan teori, tetapi harus disertai
dengan penguasaan dalam praktik sehingga ada keseimbangan antara penguasaan
hard dan soft skill.
Berpijak
pada tantangan hidup di masa depan yang begitu kompleks tersebut, Kegiatan
Market Day’s merupakan bagian dari implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila. Pembelajaran berbasis proyek ini mengusung tema ‘kewirausahaan’ yang
mewajibkan seluruh siswa kelas 7 membuat minimal 3 sampai 4 project dalam
setahun dengan tema yang berbeda. Kegiatan market day ini sejatinya merupakan
bentuk pembelajaran kolaboratif ditinjau dari model pembelajarannya maupun
bidang studinya. Ditinjau dari model pembelajarannya, market day tentu saja
menggunakan model project based learning karena peserta didik mendapatkan satu
proyek untuk menghasilkan atau memodifikasi produk mulai kegiatan plan, act,
and evalution. Namun dalam prakteknya, market day juga menerapkan model
cooperatif learning karena dalam menyelesaikan proyek dan membuat produknya,
peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok untuk saling bekerja sama
membangun team work. Model lain yang dipakai adalah contextual learning yaitu
ketika melaksanakan market day maka guru secara tidak langsung telah
mendekatkan konsep pengetahuan dengan kehidupan yang nyata. Sementara itu,
ditinjau dari mata pelajarannya, market day di SMP selain praktek pembelajaran
IPS karena bersinggungan dengan ekonomi kreatif dan kegiatan pokok ekonomi,
pada tahapan promosi produk atau iklan merupakan bidangnya Bahasa Indonesia, Bahasa
Inggris dan TIK, sedangkan produk-produk yang dihasilkan merupakan praktek
pelajaran Prakarya.
Kegiatan
market day SMPN 19 Kota Tangerang Selatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 13
Juli 2022. Market day ini mengambil tema “Unlimited Creativity” dengan harapan
para siswa baru kelas 7 dengan dibimbing walikelasnya mampu melakukan inovasi
dan improvisasi untuk menghasilkan produk sesuai dengan kehendak mereka dengan
tetap memperhatikan etika, estetika produk dan pangsa pasar. Bentuk proyek
market day yang diberikan yaitu peserta didik diminta membuat produk makanan
khas Nusantara sesuai kreativitas mereka dan makanan yang kekinian serta
diminati oleh anak-anak. Kegiatan Market Day ini berbarengan dengan kegiatan
MPLS dan Market day merupakan Kegiatan perdana di sekolah kami yang akan
dijadikan salah satu project dengan tema kewirausahaan di sekolah kami.
Sehingga kegiatan ini jauh dari sempurna. Sebelum pelaksanaan market day
peserta didik dengan dibimbing wali kelasnya membuat persiapan 2 hari
sebelumnya dengan membuat bisnis plan. Mereka berdiskusi dengan kelasnya untuk
menentukan produk yang akan mereka buat, bahan-bahan yang diperlukan, cara
pembuatannya, nama produk mereka, pangsa pasar, harga dan strategi
marketingnya. Setiap kelas juga membuat display produk mereka dengan menggunakan
kertas karton warna-warni disertai gambar produk sebagai ajang promosi di
pasang di stan mereka masing-masing. Tahap selanjutnya, setiap kelas membeli
bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat produk mereka dengan mempertimbangkan
kualitas produk dan berpedoman dengan prinsip ekonomi. Setelah mereka
mendapatkan semua bahan-bahannya maka satu hari sebelum pelaksanaan market day,
setiap kelas dibimbing walikelasnya mulai bekerja sama mengolah dan berkreasi
membuat produk unggulan dan menghias stand mereka. Produk-produk yang
dihasilkan ternyata sangat bervariasi dan benar-benar sesuai tema kegiatan
yaitu kreativitas tanpa batas. Misalnya mereka membuat es buah naga dan diberi
nama es buah galaksi, makanan cilok dengan nama cilok Merkurius, risol astronot,
pastel diberi nama pastel balutan cinta dan masih banyak lagi.
Kegiatan
market day ini menjadi sangat menarik karena kami tim MPLS menjadikan kegiatan
ini sebagai ajang perlombaan. Cara ini bertujuan untuk membiasakan peserta
didik agar memiliki semangat berkompetisi yang tinggi. Adapun penilaian market
day dilakukan oleh tiga orang Dewan Juri dengan kriteria penilaian meliputi
empat hal yaitu: kreativitas inovasi produk, display stan/menu, excellent
service, dan keuntungan yang mereka peroleh. Dari enam kelas diambil satu kelas terbaik market day sesuai
dengan kriteria penilaian.
Tahap
akhir dari kegiatan market day di SMPN 19 adalah melakukan refleksi bersama
seluruh peserta. Pada kesempatan ini, Bapak Imam Susilo,M.Pd selaku Pembina
OSIS meminta perwakilan siswa untuk
berbagi menceritakan perasaan mereka dan pengalaman mereka menjalankan market
day, dan juga menanyakan total omset serta keuntungan yang diperoleh tiap-tiap
kelas. Pada tahap refleksi ini, peserta didik juga mengungkapkan kesan-kesan mereka
di mana para peserta merasa sangat senang dan mendapatkan pengalaman yang
berharga dengan kegiatan market day ini. Bahkan ada salah satu celoteh dari
peserta yang mengatakan “senang sekali pak, meski lelah tapi menyenangkan dan
dapat berkah”. Sebuah pengakuan yang begitu lugu namun tersirat makna bahwa
kegiatan market day ini ternyata merupakan kegiatan pembelajaran yang
menyenangkan dan benar-benar dapat menumbuhkan kepercayaan diri, kerjasama,
tanggung jawab, dan terutama menumbuhkan soft skill kewirausahaan peserta didik
dan berbagai karakter siswa juga dapat ditumbuhkan dari kegiatan market
day ini. Diantaranya karakter jujur, mandiri, kreatif, bekerja keras,
pantang menyerah, teliti dan gotong-royong.
Karakter jujur
Karakter jujur tampak dari proses jual beli yang dilaksanakan siswa. Kejujuran
dapat terbentuk saat siswa mengambil barang dagangan dan melaksanakan
pembayaran.
Karakter mandiri dan kreatif
Karakter mandiri dan kreatif dapat terbentuk karena siswa diberi kebebasan
untuk mempersiapkan, memilih, dan menjajakan barang dagangannya.
Karakter kerja keras dan pantang
menyerah
Karakter kerja keras dan pantang menyerah diasah saat siswa menawarkan atau
memasarkan barang dagangannya sampai habis terjual.
Karakter teliti
Karakter teliti tumbuh saat anak-anak dituntut untuk bisa menghitung uang
kembalian dari barang yang dijual serta seluruh uang yang diperoleh dari
penjualan.
Hasil Aksi Nyata
1. Tahap Planning
Tahapan
Awal Tim MPLS berkumpul dengan Walas dan Anak-anak OSIS memaparkan kegiatan
unggulan MPLS yaitu Market Day, di sini kami mendeskripsikan kenapa harus
Market Day dan bagaimana system pelaksanaannya. Setelah Walas mendapatkan
gambaran umum tentang market day mereka selanjut berdiskusi tentang produk dan
strategi mereka dalam Market Day nanti dibantu anak OSIS.
2. Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan
Market Day diikuti semua kelas 71-76 bahkan OSIS dan MPK mengikuti kegiatan
Market Day ini, terlihat dari foto mereka mengikuti kegiatan ini dengan senang,
semangat dan bahagia,
B. FEELING
Perasaan saya ketika melakukan aksinyata Market Day Program
yang berdampak pada siswa dengan tema “Unlimited Creativity” merasa senang,
semangat, tertantang dan ada pula rasa khawatir program Market Day tidak berjalan
sesuai apa yang direncanakan. Dan saya juga merasa puas dengan hasil kegiatan
yang telah dilaksanakan karena kegiatan ini di dukung oleh semua pemangku
kepentingan sekolah dan siswapun senang dan bahagia saat melaksanakan kegiatan
ini walau kegiatan ini direncanakan
belum cukup matang dari segi waktu. Namun saya berharap melalui kegiatan
market day ini di masa depan lulusan SMPN 19 dapat menjadi insan-insan cendekia
yang memiliki soft skill kewirausahaan berwawasan global dan unggul yang mampu
memberikan kontribusi positif untuk kemajuan perekonomian bangsa Indonesia
C. PEMBELAJARAN (FINDING)
Pembelajaran
yang di dapatkan dari aksi nyata adalah terwujudnya kepemimpinan murid untuk
peningkatan minat bakat serta jiwa kepemimpinan, terwujudnya karakter
siswa yang memiliki pengetahuan dari sumber – sumber informasi yang diperoleh
dan menjadi siswa yang memiliki kepercayaan diri, kerjasama, tanggung jawab, jujur, mandiri,
kreatif, bekerja keras, pantang menyerah, teliti dan gotong-royong. Serta berani
tampil dan mengekspresikan bakat maupun potensinya pada akhirnya besar harapan
saya bahwa program ini akan bisa mewujudkan profil pelajar pancasila.
Dari
aksi nyata ini saya mendapatkan banyak pelajaran penting, yaitu bagaimana saya
menyusun dan mengelola sebuah program yang berdampak pada murid dengan pemetaan
aset model BAGJA. Selain itu saya menyadari pentingnya kolaborasi antar
pemangku kepentingan dan perencanaan yang matang untuk suksesnya program ini.
Saya juga belajar bahwa peran guru tidak terbatas pada pembelajaran di dalam
kelas saja namun harus peduli dan ikut terlibat dalam mengelola program yang
berdampak pada murid.
D. PENERAPAN KE DEPAN (FUTURE)
Hasil
dari pembelajaran menjadi bahan untuk perencanaan ke depan. Adapun hal-hal yang
akan dilakukan kedepannya adalah sebagai berikut;
1. Pemetaan asset dapat dilakukan
sebelum periode pelaksanaan dilakukan (perencanaan lebih awal)
2. Pelibatan pemangku kepentingan
kunci terutama rekan sejawat dalam melakukan evaluasi kegiatan tidak sebatas
saat atau setelah pelaksanaan kegiatan, namun juga pada saat perencanaan.
3. Masukan dan pembelajaran dari kegiatan
Market Day sebelumnya dapat dilakukan melalui diskusi terfokus (focus group discussion) untuk
mendapatkan hasil terbaik dan sesuai dengan situasi dan kondisi yang mirip atau
relative sama.
4. Berbagai pembelajaran dapat
dimasukan dalam bahan atau catatan yang dibagikan kepada pemangku kepentingan
sekolah yang dilakukan secara berkala.
5. Forum diskusi, dilakukan secara
bertahap untuk mendapatkan pembelajaran dan ajang pemecahan masalah atas
permasalahan yang muncul atau membutuhkan penanganan bersama.
6. Membuat aktifitas refleksi lebih
terstruktur untuk mengetahui positif dan negative dari sebuah kegiatan dan
manfaat yang siswa rasakan.
.jpeg)


.jpeg)







Komentar
Posting Komentar