Aksi
Nyata-Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran
Pandemi COVID-19 mengakibatkan learning loss dalam dunia pendidikan, salah
satu faktor penyebabnya adalah Motivasi siswa yang cenderung menurun akibat
terlalu lama PJJ. Sehingga banyak tagihan-tagihan tugas yang belum
terselesaikan. Tagihan-tagihan tugas tersebut antara lain tugas Harian dan
Ujian Praktik padahal nilai tugas harian dan ujian praktik bagian komponen
nilai yang penting dalam menghitung nilai rapot semester 2, nilai-tersebut
dihitung sebagai tujuan untuk mengukur keberhasilan belajar murid selama masa
studinya pada jenjang pendidikan tersebut.
Dalam proses pengolahan nilai
terdeteksi ada siswa yang belum menuntaskan beberapa tugas harian dan mengirim
tugas ujian prakteknya yaitu Revalina. Padahal jika dilihat dari nilai Harian,
PTS dan Ujian sekolah Reva mendapatkan nilai diatas 80, tetapi tagihan tugas
hariannya banyak tidak dikerjakan.Saya sebagai guru mapelnya mencari info
tentang permasalahan ini didapati sebuah fakta Reva adalah siswa cerdas yang
selalu mendapat rangking saat di Sekolah Dasarnya dan kelas 7. Tapi Prilakunya
berubah saat ibunya meninggal ketika dia duduk di Kelas 8 dan ayahnya menikah
kembali sehingga Reva merasa terabaikan dan tidak diperhatikan.
Menanggapi hal ini, pihak sekolah
dan walikelas meminta kepada guru mata pelajaran kelas IX untuk memberikan
nilai tuntas kepada siswa tersebut, meskipun banyak tagihan tugas dan ujian
praktik yang belum dikerjakan. Hal ini didasari pada rasa kasihan.
Sebagai guru kelas IX dan mata
pelajaran Bahasa Inggris, saya mengalami dilema menghadapi situasi ini.
Langkah-langkah Pengambilan dan
Pengujian Keputusan:
Untuk mengambil keputusan yang tepat berdasarkan situasi di atas, saya menerapkan langkah-langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Berikut ini 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.
1. Mengenali
bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini.
Nilai yang
bertentangan adalah nilai benar dengan benar, yaitu antara keadilan dengan rasa
kasihan. Memberikan nilai kepada murid tanpa mengerjakan tugas harian dan Ujian
Praktek karena kasihan kepada murid adalah benar dan tidak memberikan nilai
tuntas juga benar karena sesuai dengan nilai keadilan.
Yang terlibat adalah:
Murid, Guru Mata Pelajaran kelas IX, Wali Kelas
3. 3. Kumpulkan
fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
·
Reva tidak mengerjakan tugas harian dan ujian
praktik
·
Reva siswa yang pintar dan kurang perhatian dari
orangtuanya
·
Pihak Sekolah dan Walikelas meminta guru mata
pelajaran untuk memberikan nilai tuntas
|
|
|
Guru
memanggil Reva dan menggali permasalahan yang Reva hadapi, dengan tujuan guru
bisa memahami permasalah Reva dan pada akhirnya mampu mengambil keputusan
yang terbaik |
4. Pengujian
benar atau salah. Ada uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan
koran, dan uji panutan/idola.
·
Tidak terdapat pelanggaran hukum dalam
situasiyang dihadapi
·
Dalam kasus tersebut, terjadi pelanggaran kode
etik sebagai guru, yaitu integritas
·
Berdasarkan perasaan dan intuisi saya, baik
menuntaskan nilai karena rasa kasihan maupun tidak menuntaskan nilai karena
mempertimbangkan keadilan adalah sama-sama benar. Jadi tidak ada yang salah
berdasarkan perasaan dan intuisi saya.
·
Seandainya keputusan saya dipublikasikan dan
menjadi viral, saya tidak merasa malu.
· Berdasarkan panutan, kemungkinan panutan saya mengambil keputusan berdasarkan rasa kasihan. Yaitu menuntaskan nilai
5. Pengujian
Paradigma Benar lawan Benar.
Kedua pilihan
yang ada adalah benar lawan benar. Paradigma yang terjadi pada situasi ini
adalah Rasa keadilan lawan rasa kasihan (Justice
vs Mercy) dengan memberikan nilai
Prinsip yang
akan dipakai adalah berpikir berbasis rasa peduli (Care Based Thinking). Prinsip ini membuat saya meletakan diri saya
pada posisi Reva. Bagaimana jika saya yang berada pada situasi tersebut? Saya
membuat keputusan berdasarkan apa yang saya ingin orang lain lakukan jika
berada pada posisi saya.
Memberikan nilai
kepada murid setelah memberi kesempatan kepada Reva untuk menuntaskan tugas
harian dan Ujian praktiknya
Keputusan yang
diambil adalah pilihan ketiga, yaitu memberikan nilai kepada Reva setelah
menyelesaikan tugas harian dan ujian praktiknya.
9. Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan.
· Baik pilihan memberikan nilai tuntas karena rasa
kasihan dan tidak memberikan nilai tuntas adalah benar juga
· Pilihan ketiga dipilih untuk mengakomodasi rasa
keadilan bagi murid lain dan memenuhi
rasa kasihan, yaitu merasakan apa yang dirasakan oleh Reva
· Keputusan ini memberikan pelajaran kepada murid
bahwa untuk memperoleh sesuatu perlu perjuangan.
Hasil
Pengambilan keputusan untuk
memberikan nilai tuntas kepada murid setelah menyelesaiakan semua kewajibannya,
yaitu menyelesaikan tugas harian dan ujian praktik.
Hasil kegiatan coaching tentang
pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yang dilakukan kepada rekan
sejawat adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman rekan sejawat tentang
pengambilan keputusan. Dalam praktiknya rekan sejawat mampu mengambil keputusan
dengan tepat.
|
|
|
Guru berkolaborasi bersama wali kelas
dalam menyelesaikan permasalahan Reva |
Perasaan
Dalam menghadapi situasi di atas,
saya merasakan dilema, antara rasa kasihan kepada murid yang memerlukan
perhatian dan kurangnya motivasi dan memberikan keadilan kepada murid lainnya.
Melalui proses pengambilan dan pengujian keputusan, saya bisa menentukan
keputusan yang mengakomodasi dilema yang terjadi. Dengan memberikan nilai
setelah murid menyelesaikan semua tagihan tugas harian dan ujian praktiknya,
saya merasa lega. Karena rasa kasihan pada kondisi murid terpenuhi, dan
keadilan pada murid lain juga tercapai.
Ketika melakukan coaching kepada
rekan sejawat, saya merasa bersemangat karena bisa memberikan pengetahuan baru
baru rekan sejawat walau dalam prosesnya kegiatan saya lebih cenderung kearah
mentoring. Apalagi rekan sejawat juga mengikuti dengan antusias, melakukan
interaksi, dan berpendapat tentang pengambilan keputusan.
|
|
|
Kegiatan coaching dengan rekan sejawat |
Pembelajaran
Pembelajaran yang didapat dari
kegiatan ini adalah dalam mengambil sebuah keputusan, saya harus
mempertimbangkan berbagai hal, baik itu nilai kemanusiaan, keadilan, aturan,
maupun pembelajaran bagi murid. Sehingga keputusan yang diambil dapat
mengakomodasi hal-hal tersebut dan memberikan pembelajaran bagi murid, yang
berakibat jangka panjang bagi masa depan murid. Mengajar dengan hati nurani.
Dalam coaching kepada rekan
sejawat, saya mendapat pembelajaran bagaimana mengemas pertanyaan yang dapat menggali dan membuat rekan sejawat
saya merasa aman dan nyaman saat bercerita kepada saya.
Saya akan menerapkan nilai-nilai
kebajikan universal dalam menghadapi situasi yang mengandung dilema etika
maupun bujukan moral. Dalam hal situasi dilema etika, saya akan memilih
paradigma dilema etika yang sesuai dengan situasi yang dihadapi. Untuk mengambil
keputusan, saya akan menggunakan prinsip penyelesaian dilema. Selain itu,
sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan akan saya terapkan dalam
pengambilan dan pengujian keputusan sehingga keputusan yang saya ambil akan
memenuhi nilai kebajikan, keadilan, kebenaran, dampak jangka panjang, dan dapat
dipertaggungjawabkan.
Langkah-langkah pengambilan dan
pengujian keputusan akan saya terapkan dalam setiap situasi dilema yang
dihadapi. Dengan rutin menerapkan langkah-langkah pengambilan dan pengujian
keputusan, saya akan terlatih melakukan pengambilan keputusan sebagai pemimpin
pembelajaran.


.png)
Komentar
Posting Komentar